Rabu, 08 Agustus 2012

Contoh PKM GT Download

Program kreativitas mahasiswa Gagasan Tertulis ( pkm GT) merupakan salah satu pkm yang dapat dijadikan tempat untuk menuangkan gagasan-gagasan. Berbeda dengan pkm AI, karena dengan proposal pkm GT, dapat ikut berkompetisi di PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Nah, sesuai dengan judul diatas yaitu contoh PKM GT Download maka berikut contoh-contoh PKM GT yang dapat di-download :

Itulah contoh-contoh pkm gt yang dapat di download. Semoga bermanfaat untuk dijadikan referensi serta semoga proposal pkm gt yang nantinya dikirimkan dapat diterima dan dapat masuk PIMNAS.

Selasa, 07 Agustus 2012

Resensi

    Pengertian Resensi

Sebelum membahas cerpen yang menjadi objek bahasan pada subbab ini,
Anda perlu mengingat kembali pengertian resensi itu sendiri. Resensi atau
disebut juga timbangan buku adalah suatu penilaian serta pembicaraan tentang
sebuah buku, baik fiksi maupun nonfiksi mengenai segala kelebihan dan
kelemahan yang terdapat dalam buku itu dengan tujuan memberikan wacana/
gambaran bagaimana kualitas buku tersebut. Resensi buku baik fiksi maupun
nonfiksi dapat Anda jumpai di surat kabar-surat kabar atau majalah yang terbit
di kota Anda.
Untuk membahas kelebihan dan kelemahan cerpen, Anda dapat
menganalisis temanya, apakah tema cerpen itu dan sudahkah disesuaikan dengan
kebenaran umum. Plot merupakan rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan
sebab-akibat, bagaimana plot/alur yang disajikan pengarang, apakah membuat
cerpen itu lebih menarik atau bahkan menjemukan, sedangkan karakter tokohtokoh
baik antagonis maupun protagonis, mampukah diangkat menjadi karakter
yang wajar dan hidup ketika bermain. Kemudian apakah pengarang
menghubungkan karakter satu dengan yang lain dalam sebuah tema cerita.
Pengarang mungkin bisa masuk ke dalam cerita tersebut atau hanya sebagai
orang yang berada di luar cerita. Anda dapat mencermatinya, apakah pengarang
cerita konsekuen dengan keberadaannya hingga akhir cerita. Sedangkan gaya
bahasa adalah unsur yang memberikan warna pada cerita. Bagaimanakah
kemenarikan cerpen juga sangat tergantung pada penggunaan gaya bahasa dan
pilihan kata-katanya. Seting (latar) adalah tempat, kondisi yang menjadi latar
belakang cerita, apakah disajikan secara jelas atau tidak dan sesuai atau tidakkah
dengan rangkaian ceritanya
.
2. Meresensi Cerpen
Resensi cerpen berbeda dengan resensi buku nonfiksi. Cerpen ditulis oleh
seorang cerpenis berdasarkan kreativitas, sensitivitas, dan kekritisan terhadap
dunianya yang bersifat subjektif. Sedangkan buku nonfiksi ditulis oleh
pengarang dengan sudut pandang yang lebih objektif. Resensi dapat diartikan
dengan tulisan yang menyajikan sejumlah informasi tentang sebuah buku.
Informasi tersebut disampaikan kepada pembaca untuk memberi pertimbangan
tentang keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian yang dialami pembaca
jika membaca buku tersebut.
Coba Anda perhatikan hal-hal yang ditulis dalam sebuah resensi berikut!
a. Bagian pembuka berisi informasi tentang identitas buku yang meliputi judul
buku, penulis, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, desain sampul, dan
harga buku.
b. Isi resensi berupa penyajian isi buku, gaya bahasa (style) pengarang, halhal
yang menarik,dan perbandingan buku tersebut dengan buku sejenis yang
ditulis pengarang lain.
c. Penutup berisi kesimpulan tentang keuntungan atau kerugian yang dapat
dipetik pembaca bila membaca buku tersebut.

Selanjutnya unsur alur, latar, penokohan yang ditampilkan, sudut pandang
pengarang, nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen, bahasa dan gaya
bercerita serta identitas pengarang itu sendiri, siapa dia dan bagaimana
aktivitasnya?







Membaca Puisi dengan Lafal, Intonasi, dan Ekspresi yang Tepat


Pembacaan puisi dapat dikatakan berhasil bila pendengar terhanyut dalam
suasana pembacaan. Untuk mencapai tujuan itu, pembaca hendaknya berlatih
dan melalui beberapa tahapan sebagai berikut.
a. tahap pertama, pembaca harus mempelajari dan memahami puisi yang akan
    dibaca.
b. tahap kedua, pembaca memahami pemenggalan (jeda) baik pada kata, frase,
    atau kalimat.
c. tahap ketiga, pembaca memahami siapa yang menjadi pendengarnya.
d. tahap keempat, pembaca harus senang terhadap puisi yang akan dibaca.

Di samping tahapan-tahapan di atas, perlu juga memperhatikan pelafalan
atau pengucapan secara jelas, misalnya:
a. fonem diucapkan secara jelas, misalnya huruf a dengan mulut terbuka
    lebar
b. pemberian tekanan atau aksentuasi
c. penekanan terhadap intonasi (nada naik, turun atau datar) secara tepat

Dalam pembacaannya pun hendaknya memperhatikan turun naiknya kalimat yang
diselaraskan dengan turun naiknya irama jiwa yang bergetar. Kesedihan yang
amat sangat pun diwujudkan dengan ekspresi pilu yang mendalam. Cara
pembacaan kalimat demi kalimat pun pelan dan bersahaja.