Selasa, 12 Juni 2012

Perubahan-Perubahan Fonem

A. Asimilasi
Asimilasi adalah bunyi yang tidak sama  disamakan/bersamaan.
1. berdasarkan tempat fonem
a. asimilasi progresif
yaitu bunyi yang diasimilasikan terletak sesudah bunyi yang mengasimilasikan.
Dalam bahasa Indonesia tidak ada.
Contoh dalam bahasa Latin:
Latin kuno: colnis
Latin :  collis

b. asimilasi regresif
yaitu bunyi yang diasimilasikan mendahului bunyi yang mengasimilasikan.
Misalnya :
alsalam - assalam --> asalam
in + moral - immoral --> imoral
in + perfect - imperfect --> imperfek

2. Disimilasi
(kebalikan asimilasi) yaitu dua bunyi yang sama dijadikan tidak sama.
Contoh:
lalita (Sansekerta) --> jelita
citta (Sansekerta) --> cipta
kolonel --> kornel
lauk-lauk --> lauk-pauk
saj-jana (Sansekerta) --> sarjana
prakrti --> pekerti

3. Suara bakti

Senin, 11 Juni 2012

Drama

Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog yang dipertunjukkan oeh tokoh-tokoh di atas pentas di hadapan para penonton.

Drama ada yang didahului oleh prolog dan diakhiri oleh epilog.
Prolog adalah kata pendahuluan sebelum drama dipertunjukkan supaya penonton mempunyai gambaran . .mengenai apa dan bagaimana isi drama.
Epilog adalah kata-kata yang diucapkan ketika drama selesai.

Gerak dalam drama berupa:
1. gerak-gerik
a. mimik = perubahan air muka
b. pantomimik = gerak badan

2. suara
a. monolog = percakapan seorang diri
b. dialog = percakapan bersama


Syarat pokok yang harus ada bila mementaskan drama:
1. harus ada pemain drama yang pandai memainkan drama
2. harus ada sutradara
3.harus ada konflik (pertentangan batin) yang akan berakhir dengan kesedihan atau kegembiraan


Susunan drama
1. pendahuluan
pemaparan keadaan sekadarnya  melalui tokoh-tokoh untuk menunjukkan situasi dan peristiwa yang mendahului, yang sedang berlaku, atau yang akan datang.

2. titik desak
babak yang menggambarkan lakon sampai kepada konflik menjadi gawat.

3. saat risau
babak yang menggambarkan bahwa ketegangan mulai ada

4. klimaks
babak yang menggambarkan ketegangan sudah sampai di puncak kegawatannya

5. antiklimaks
menggambarkan ketegangan meledak, mengungkapkan peleraian bentrokanyang kritis ke arah penyelesaian tertentu

6. kata strada = penyelesaian = konklusi
babak pembersihan (katarsis), nasib pelaku utama ditentukan.

Pola drama di atas tidak sepenuhnya dipakai, ada yang memakai semua ada yang memakai sebagian/beberapa bagiannya saja.


Corak drama
Menurut isi, tujuan, dan pelaksanaan drama dapat dibedakan atas:
1. tragedi
drama yang menimbulkan perasaan takut, terharu, dan iba hati penonton sandiwara. Selalu diakhiri dengan kesedihan karena pelaku utama sia-sia dalam perjuangannya melawan nasibnya yang buruk.

2. komedi
yaitu cerita yang melukiskan kelucuan-kelucuan dalam kehidupan menimbulkan suasana riang gembira penuh humoritis. Tujuan supaya penonton riang gembira. Sering dipergunakan untuk mengadakan sindiran atau kritikan terhadap kejadian-kejadian yang terdapat dalam masyarakat.

3. Tragedi-komedi
yaitu pertunjukan yang melukiskan kesedihan dan hal-hal menggelikan.

4. Lelucon/dagelan
yaitu pertunjukan yang semata-mata hanya bermaksud membuat penonton tertawa terbahak-bahak.

5. opera dan operette
yaitu pertunjukan dengan nyanyian (solo, duet, terzet). Opera yang pendek disebut operette.

6. pantomine
yaitu drama yang dipertunjukkan hanya dengan gerak-gerik saja, tidak ada suara.

7. tableau
yaitu drama yang dipertunjukkan dengan suara saja, tidak ada gerak.

8. sendratari
yaitu drama yang dipertunjukkan dengan tarian. Pemain-pemainnya tidak mengadakan percakapan, melainkan hanya menari saja untuk melukiskan peristiwa yang terjadi.


Kata Depan : akan, dengan, atas, antara

1. akan
fungsi:
a. pengantar objek
ia tidak tahu akan hal itu
aku lupa akan semua kejadian iti

b. untuk menyatakan masa yang akan datang
saya akan pulang ke Padang
amak akan ke Duri minggu depan

c. untuk penguat atau penekan, dalam hal ini berfungsi sebagai penentu
akan hari pernikahan kita perhitungkan seminggu lagi


2. dengan
fungsi:
a. untuk menyatakan alat
ia membasuh kaki amak dengan kain paling bersih
Adi menulis surat kepada ibunya dengan pena paling bagus

b. menyatakan hubungan kesertaan
Imron ke sekolah dengan ayah

c. membentuk adverbial kualitatif
memilih calon istri harus dilakukan dengan cermat

d. untuk menyatakan keterangan komparatif
Ibrahim sama tinggi dengan ayahnya


3. atas
fungsi:
a. membentuk keterangan tempat, dalam hal ini sama artinya dengan   di atas
kami menerima tanggung jawab itu di atas pundak kami

b. menggabungkan kata benda atau kata kerja dengan keterangan
imron mengucapkan terima kasih atas keikhlasan One Eva
Mudi sangat menyesal atas perbuatan maksiat yang pernah ia lakukan

c. dipakai di depan beberapa kata dengan arti :  dengan atau demi
atas nama
atas desakan
atas kehendak
atas perintah
atas kemauan


4. antara
fungsi:
a. penunjuk jarak
jarak yang sangat jauh antara Duri ke Padang ia tempuh dengan Revo barunya

b. sebagai penunjuk tempat
antara anak-anak Gang Kelinci itu, manakah yang paling saleh?

c. menyatakan arti  kira-kira
ia telah meninggalkan keluarganya antara lima enam bulan untuk menolong rakyat Palestina


                                                                                         M@lin B@tuah

Tata Bahasa Indonesia, G. Keraf

Awalan-Awalan Baru

1. tak
Bentuk ini dipakai untuk mengimbangi istilah-istilah asing yang memakai awalan  a-. Gunanya untuk menidakkan suatu hal.
takssosial
taksadar
takinsaf
takorganik

2. purba
Prefiks ini disejajarkan dengan awalan asing  ante :  antedate, antedelivium.
purbatunggal
purbakala
purbasangka

3. prati
Kata-kata asing yang mengandung arti anti atau kontra diimbangi dengan  prefiks  prati, diambil dari bahasa Sansekerta.
pratirasa = antipati
pratijangkit = antiseptis
pratikunjung

4. swa
Swa mengandung arti sendiri, dipakai untuk menggantikan prefiks auto.
swadidik  = autodidak
swasembada
swakuasa = autokrasi
swariwayat = autobiografi

5. dwi
Prefiks  dwi  senilai dengan  bi-  dalam bahasa asing.
dwiwarna
dwibahasa
dwiroda
dwiminggu
dwipihak

Di samping prefiks  dwi  ditemukan juga prefiks dengan kata-kata bilangan lain
tri (tiga) : trikora, trirangkai
catur  (empat) : caturtunggal
panca (lima) : pacasila, pancaindra, pancadharma

6. antar
Senilai dengan inter dalam bahasa asing.
antartempat  =  interlokal
antarhubungan = interelasi
antarkota
antarsekolah
antarhubungan

7. pra
Untuk menggantikan awalan sing : pre, prae.
pratinjau = preview
prasejarah - prehistorie
prasangka
prasejarah
prarasa
prasaran
prakarya

8. serba
arti semua
serbabaru
serbaada
serbaguna
serbasalah

9. anu
arti sesudah
anumerta  =  sesudah mati

10. tuna
arti kehilangan sesuatu, ketiadaan sesuatu
tunakarya
tunanetra
tunasosial
tunatertib

11. ulang
untuk menyatakan bahwa sesuatu dibuat kembali, sejajar dengan prefiks  re-.
ulangcetak  =  reprint
ulangbuat
ulangsusun

12. maha
diambil dari bahasa Sansekerta, artinya  besar
mahaputera
mahaadil
mahakarya
mahasiswa



                                                                                              M@lin B@tuah


Sumber :  Tata Bahasa Indonesia, Gorys Keraf


Minggu, 10 Juni 2012

Ejaan Van Ophuysen

Ejaan ini berlaku tahun 1901 dan dapat kita baca dalam kitab Logat Melayu. Sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu ini diciptakan oleh Ch. A. Van Ophuysen. Inilah ejaan Latin resmi yang pertama di Indonesia. Buku Kitab Logat Melayu (1901) dikerjakan bersama dengan Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan M. Taib Sutan Ibrahim.

Ejaan ini berisi :
1. u  ditulis   oe
2. jika suatu kata berakhir dengan huruf   a    mendapat akhiran   i, maka di atas akhiran itu diberi tanda trema
    (").
3. apostrop atau koma hamzah (') ditulis sebagai pengganti   k    pada akhir kata. Misalnya: bapa', kaka'
4. huruf  e  keras diberi tanda  ( ' ), misalnya :  e'jaan, he'bat.
5. kata ulang boleh memakai angka  2  jika kata yang mendahului tanda angka 2  itu berulang seluruhnya,
    misalnya jalan-jalan --> jalan2.
6. kata majemuk ditulis dengan  tiga cara, yaitu:
    a. dihubungkan : hoeloebalang, apabila
    b. memakai tanda penghubung : batoe-bara, anak-negeri
    c. dipisahkan : anak negeri, jeroek manis

Fonologi

Fonologi adalah ilmu yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa.
Fonologi terbagi atas dua:
1. fonetik
yaitu ilmu yang menyelidiki dan menganalisa bunyi-bumyi ujaran dalam tutur, juga mempelajari bagaimana menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan alat ucap manusia.
Fonetik terbagi tiga:
a.  fonetik akustik yaitu fonetik yang mempelajari ciri bunyi bahasa
b. fonetik auditoris yaitu fonetik yang mempelajari cara penerimaan bunyi bahasa oleh pendengar.
c. fonetik organis atau artikulatoris yaitu fonetik yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihaslkan
    oleh alat ucap

2. fonemik
yaitu ilmu yang mempelajari bunyi ujaran dalam fungsinya sebagai pembeda arti.

Bidal

Bidal atau peribahasa  yaitu kiasan kata atau bahasa berkias dan beribarat.

Penggolongan bidal menurut asal kejadiannya:
1. bidal dari lingkungan petani
Contoh:
a. Dahulu bajak daripada jawi.
b. Pagar makan tanaman.

2. bidal dari lingkungan rumah tangga
Cotoh:
a. Sambil berdiang nasi masak.
b. Besar pasak daripada tiang.

3. bidal dari kalangan guru dan alim ulama
Contoh:
a. Lancar kaji karena diulang, pasa jalan karena ditempuh.
b. Lubuk akal tepian ilmu.

4. Bidal dari kalangan pedagang
Contoh:
a. Murah di mulut, mahal di timbangan.
b. Seperti menghasta kain sarung.

5. Bidal dari kalangan nelayan
Contoh:
a. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
b. Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa yang tahu.

6. Bidal yang mengisahkan suatu dongeng atau cerita
Contoh:
a. Katak hendak jadi lembu.
b. Lebai malang


Jenis-jenis bidal
Menurut susunan katanya dan gunanya, bidal dapat dibedakan menjadi:
1. ungkapan (idiom)
yaitu satu atau beberapa kata yang diucapkan tidak dengan arti sebenarnya atau arti kiasan. Guna ungkapan untuk memberi teguran halus atau kiasan terhadap suatu kejadian tingkah laku manusia.
Contoh :  panjang akal, manis mulut, tebal telinga, keras kepala, jantung hati.
Contoh idiom dalam kalimat:
a. Orang itu anaknya selilit pinggang.
b. Selama sakit patah seleraku.
c. Dia padai bertanam tebu di bibir.
d. Rumah pemulung itu berlantai tanah, beratap bintang-gemintang.

2. peribahasa
yaitu kalimat yang dipergunakan tidak dengan arti sebenarnya (kiasan). Guna peribahasa untuk memberi nasihat, teguran, pelajaran, terhadap kesalahan/kealpaan seseorang, juga dipergunakan dalam upacara adat.
Contoh:
a. Air dingin dapat memadamkan api.
b. Seorang yang makan cempedak semua kena getahnya.
c. Manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan.
d. Bukan air muara yang ditimba, sudah disauk dari hulunya.
 
3. pepatah
 yaitu kiasan tepat yang dipergunakan untu mematahkan perkataan orang.
 Contoh:
a. Tong kosong nyaring bunyinya.
b. Besar pasak daripada tiang.

4. Tamsil
yaitu perumpamaan yang bersampiran, bersajak, dan berirama.
Contoh:
a. Diam ubi, makin lama makin berisi.
 b. Keras-keras kerak, kena air lunak juga.

 5. perumpamaan
yaitu kalimat yang membandingkan keadaan yang sebenarnya dengan keadaan lain yang ada dalam alam. Perumpamaan biasanya dimulai dengan kata: seperti, bagai, umpama, laksana, bak, sepantun.
Contoh:
a. Seperti menghasta kain sarung.
b. Seperti biduk dikayuh ke hilir.
c. Sepantun ayam kehilangan induk.
d. Bagai anjing dengan kucing.

6. ibarat
yaitu perumpamaan yang seterang-terangnya dengan mengadakan perbandingan dengan alam.
Contoh:
a. Bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau.
b. Ibarat bunga, segar dipakai layu dibuang. 

7. pameo
yaitu ucapan tiruan yag biasaya hanya berlaku untuk sementara waktu saja. Pameo = pem + beo, artinya peniru. Pameo digunakan sebagai semboyan atau penambah semangat.
Contoh:
a. Sekali merdeka tetap merdeka.
b. Pantang surut walau selangkah.
c. Hidup mulia atau mati syahid.

8. kata arif
yaitu hadis dari Rasulullah Muhammad SAW yang kemudian terasa sebagai milik umum.
Contoh:
a. Ilmu yang tiada diamalkan  seperti pohon yang tiada berbuah.
b . Senangkanlah hatimu dengan menyenangkan hati orang lain.

                                                                                   Salam cinta bahasa Indonesia dari Malin Batuah.


(Sumber: Bahasa dan Sastra Indonesia, Dra. Nursyam Ilyas)