1. bidal
2. pantun
3. karmina
4. talibun
5. syair (dari Arab)
6. gurindam (dari Arab)
7. seloka (dari Arab)
Ada beberapa bentuk puisi dari pengaruh Parsi-Arab yang dipakai di Indonesia namun kurang populer yaitu:
1. matsui (madah)
2. rubai
3. gazal
4. kith'ah
5. nazam
Minggu, 10 Juni 2012
Sabtu, 09 Juni 2012
Ejaan yang Pernah Berlaku di Indonesia
Ejaan adalah keseluruhan peraturan penulisan bunyi-bunyi bahasa.
Ejaan yang pernah berlaku di Indonesia yaitu:
1. Ejaan Van Ophuysen (1901)
2. Ejaan Republik / Ejaan Soewandi (1947)
3. Ejaan Yang Disempurnakan (1972)
Ejaan yang pernah berlaku di Indonesia yaitu:
1. Ejaan Van Ophuysen (1901)
2. Ejaan Republik / Ejaan Soewandi (1947)
3. Ejaan Yang Disempurnakan (1972)
Unsur-Unsur Catatan Kaki
A. Untuk Buku
1. nama pengarang, (editor, penerjemah) ditulis dalam urutan diikuti koma
2. Judul buku ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas) dan digarisbawahi
3. nama atau nomor seri (kalau ada)
4. data publikasi:
a. jumlah jilid, kalau ada
b. nomor cetakan, kalau ada
c. kota penerbit, diikuti titik dua
d. nama penerbit, diikuti tanda koma
e. tahun penerbitan
c, d, e diletakkan di dalam tanda kurung
5. nomor jilid kalau perlu
6. nomor halaman diikuti titik
B. Untuk artikel dan majalah berkala
1. nama pengarang
2. judul artikel, di antara tanda kutip "...."
1. nama pengarang, (editor, penerjemah) ditulis dalam urutan diikuti koma
2. Judul buku ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas) dan digarisbawahi
3. nama atau nomor seri (kalau ada)
4. data publikasi:
a. jumlah jilid, kalau ada
b. nomor cetakan, kalau ada
c. kota penerbit, diikuti titik dua
d. nama penerbit, diikuti tanda koma
e. tahun penerbitan
c, d, e diletakkan di dalam tanda kurung
5. nomor jilid kalau perlu
6. nomor halaman diikuti titik
B. Untuk artikel dan majalah berkala
1. nama pengarang
2. judul artikel, di antara tanda kutip "...."
Jumat, 08 Juni 2012
Kata Depan (preposisi)
yaitu kata yang digunakan bersama-sama dengan kata lain terutama kata benda untuk menentukan hubungan kata, terutama kata benda itu, dengan kata lain dalam kalimat.
Misal:
di, ke, dari, dengan, secara, oleh, kepada, pada, bagi, untuk, tentang, dalam
Kata depan dan kata lain yang mengikutinya bersama-sama merupakan frase berpreposisi, misalnya:
di rumah
dengan tali
secara sadar
kepada orang lain
untuk bangsa dan negara
Kata Ganti (pronomina)
yaitu kata yang bertugas menggantikan kata benda.
Kata ini terbagi atas :
a. kata ganti orang
pertama : saya, aku, ku (tunggal), kami, kita (majemuk)
kedua : kamu, engkau, mu, kau (tunggal), kalian, kamu sekalian (jamak)
ketiga : dia, ia, nya, beliau (tunggal), mereka (jamak)'
b. kata ganti penunjuk
ini, itu, sini, situ, sana
c. kata ganti tanya
siapa, apa, mana, mengapa, kapan, bila, ke mana, dari mana, bagaimana, berapa, keberapa.
Kamis, 07 Juni 2012
Penyempitan dan Perluasan Makna
A. Penyempitan Makna
Sebuah kata dikatakan mengalami penyempitan makna jika cakupan arti dulu lebih luas daripada arti sekarang.
Misalnya:
1. sarjana
dulu orang menyebut sarjana untuk tiap orang pandai, tetapi sekarang sarjana hanya diberikan atau
digunakan untuk menyebut gelar universitas.
2. pendeta
dulu pendeta berarti orang yang berilmu, sekarang dipakai untuk menyebut guru agama Kristen.
B. Perluasan Makna
Sebuah kata dikatakan mengalami penyempitan makna jika cakupan arti sekarang lebih luas daripada arti dulu.
Misalnya:
1. berlayar
dulu digunakan untuk menyebut pengertian bergeerak mengarungi lautan dengan perahu yang menggunakan
layar atau kapal layar, tetapi sekarang untuk menyebut mengarungi lautan (dengan/tanpa perahu layar).
2. bapak
dulu digunakan untuk menyebut orang yang ada hubungan biologis dengan pembicara, sekarang
digunakan untuk siapa saja yang lebih tua/lebih tinggi kedudukannya.
3. saudara
dulu digunakan untuk menyebut kakak/adik, tetapi sekarang digunakan untuk menyebut semua orang
yang sederajat dengan kita.
4. putra/putri
dulu digunakan untuk menyebut anak raja, sekarang dipakai untuk menyebut anak siapa saja.
Sebuah kata dikatakan mengalami penyempitan makna jika cakupan arti dulu lebih luas daripada arti sekarang.
Misalnya:
1. sarjana
dulu orang menyebut sarjana untuk tiap orang pandai, tetapi sekarang sarjana hanya diberikan atau
digunakan untuk menyebut gelar universitas.
2. pendeta
dulu pendeta berarti orang yang berilmu, sekarang dipakai untuk menyebut guru agama Kristen.
B. Perluasan Makna
Sebuah kata dikatakan mengalami penyempitan makna jika cakupan arti sekarang lebih luas daripada arti dulu.
Misalnya:
1. berlayar
dulu digunakan untuk menyebut pengertian bergeerak mengarungi lautan dengan perahu yang menggunakan
layar atau kapal layar, tetapi sekarang untuk menyebut mengarungi lautan (dengan/tanpa perahu layar).
2. bapak
dulu digunakan untuk menyebut orang yang ada hubungan biologis dengan pembicara, sekarang
digunakan untuk siapa saja yang lebih tua/lebih tinggi kedudukannya.
3. saudara
dulu digunakan untuk menyebut kakak/adik, tetapi sekarang digunakan untuk menyebut semua orang
yang sederajat dengan kita.
4. putra/putri
dulu digunakan untuk menyebut anak raja, sekarang dipakai untuk menyebut anak siapa saja.
Awalan ber-
Pada umumnya awalan ber- dirangkaikan di depan sebuah kata dengan tanpa perubahan bentuk.
Contoh:
1. ber- + kuda --> berkuda
2. ber- + jihad --> berjihad
3. ber- + sungguh-sungguh --> bersungguh-sungguh
Apabila ber- berhadapan dengan kata yang huruf awalnya /r/ maka ber- berubah menjadi be-
ber- + ruang --> beruang
ber- + racun --> beracun
ber- + ramah-tamah --> beramah-tamah
ber- + ramai-ramai --> beramai-ramai
ber- berubah menjadi be- jika berhadapan dengan kata yang suku awalnya mengandung huruf /r/
ber- + kerja --> bekerja
ber- + pergi + an --> bepergian
ber- + terbang + an --> beterbangan
Bentuk perubahan ber- pada contoh di atas adalah bentuk pengecualian. Pada kata lain yang suku kata pertamanya mengandung huruf /r/, ber- tetap ber-, tidak berubah menjadi be-
ber- + darmawisata --> berdarmawisata
ber- + perkara --> berperkara
ber- + korban --> berkorban
ber- + berkas --> berberkas
Contoh:
1. ber- + kuda --> berkuda
2. ber- + jihad --> berjihad
3. ber- + sungguh-sungguh --> bersungguh-sungguh
Apabila ber- berhadapan dengan kata yang huruf awalnya /r/ maka ber- berubah menjadi be-
ber- + ruang --> beruang
ber- + racun --> beracun
ber- + ramah-tamah --> beramah-tamah
ber- + ramai-ramai --> beramai-ramai
ber- berubah menjadi be- jika berhadapan dengan kata yang suku awalnya mengandung huruf /r/
ber- + kerja --> bekerja
ber- + pergi + an --> bepergian
ber- + terbang + an --> beterbangan
Bentuk perubahan ber- pada contoh di atas adalah bentuk pengecualian. Pada kata lain yang suku kata pertamanya mengandung huruf /r/, ber- tetap ber-, tidak berubah menjadi be-
ber- + darmawisata --> berdarmawisata
ber- + perkara --> berperkara
ber- + korban --> berkorban
ber- + berkas --> berberkas
Langganan:
Postingan (Atom)