Jumat, 18 November 2011

Ritual Pengusiran Setan

Entah ada malaikat apa, kemarin malem gue nafsu banget bikin blog lagi (lagi?). yap, bukan pertama kalinya gue bikin blog. Mungkin udah hampir puluhan blog yang gue bikin dan malah berakhir menjadi sampah di dunia maya. Bukan karena sok eksis atau pengen iseng menuhin database para penyedia blog gratis, tapi emang sepertinya gue ga bakat sama yang namanya tulis menulis. Tapi gue ga patah semangat untuk tetep pengen nulis blog, ya mungkin salah satunya karena dorongan tugas kampus yang memaksa gue harus nulis di blog.



Gue udah mulai mencoba bikin blog dari SMP, tapi ujung-ujung nya malah main friendster sampe berjam-jam atau sekedar download lagu-lagu anime yang sering disiarin di tv. Dan ‘sampai situlah perjuangan’ gue buat merawanin blog. Berbeda dengan masa SMP, waktu SMA gue udah jarang banget buka friendster, ‘kampungan’ kata temen-temen gue. Ada secercah harapan untuk kembali mencoba untuk gue mencabuli blog, sinting emang, kayak ga ada anak cewe aja yang bisa di cabulin. Tekatku sudah bulat! aku akan menulis blog! dan menjadi seorang penulis!. Tapi, tiba-tiba nyokap nabok gue “dika, bangun! katanya pembagian raport! udahan dulu internetannya, jangan main facebook mulu!”, “ah, shit!” gue cuma bisa ngedumel, ga kerasa gue udah mau lulus-lulusan. Berhenti kecanduan friendster, muncul lagi facebook. Segitu parahnya kah efek dari jejaring sosial atau social networking? sudah seperti kecanduan miras dan narkotika (jadi inget lagu mirasantika nya bang oma).

Gue akuin emang ga seburuk itu juga social networking, banyak hal positif yang bisa dilakuin, terutama sosialisasi sesama manusia di BUMI (gue juga belum tau apakah ada facebook di planet lain). Tapi gue juga bisa bilang seburuk itu social networking, karena banyak juga kriminalitas maya nya, ya salah satunya industri porno dan industri barang-barang haram seperti narkotika dan miras. Ya sekali lagi gue bilang ‘sampai disitulah perjuangan’ gue buat bikin yang namanya blog.
Setelah SMA gue kuliah disalahsatu perguruan tinggi swasta yang terkenal di Depok (kayak Ayu Ting Ting). Nah, nafas segar kembali lagi bisa dirasakan, saat kampus gue mewajibkan semua mahasiswa dan mahasiswi nya buat bikin blog buat ngelatih softskill katanya. “yes!” akhirnya gue berhasil bikin blog! tapi gue bingung mau nulis apa. Yaudahlah, yang penting punya dulu. Tugas pun berdatangan, semua tugas harus diposting di blog (akhirnya ada yang diisi di blog gue). Eh, ga tau karena gue mimpi ayam yang dikejar-kejar kucing buat melampiaskan nafsu bejat si kucing atau gue nya yang terlalu blo’on. Gue lupa password blog gue, alamak! baru juga ada bahan yang bisa ngisi blog gue, tapi ingatan gue raib gitu aja. alhasil, gue bkin blog lagi. Ya alhasil, setiap ada tugas dari kampus yang harus posting di blog, setiap itu juga gue punya blog baru. hebat kan?

Ya begitulah awal gue keasikan ‘bikin blog’, sampai sekarang udah banyak blog yang gue sia-siakan dengan berisi hanya postingan ‘Hello World’ yang jd template post kalo kita baru bikin blog. Entah karena lupa password, lupa alamat blog, sampe-sampe diisengin temen gue dengan postingan konten-konten porno karena mereka geram blog gue ga ada isinya. Ya seenggaknya gue ga kalah sama remaja-remaja jaman sekarang yang seneng mengoleksi foto-foto idola nya ataupun seneng koleksi blue film yang kapasitasnya udah melebihi hardisk mereka, gue mengoleksi blog yang cuma jadi bangke di cyber world. (tidak kalah hebat bukan?)

Udah 2 tahun gue kuliah, membuat gue semangat memekikan kata-kata yang pernah para pejuang dulu teriakan “SAATNYA MEMBUAT PERUBAHAN! HIDUP REVOLUSI!”. Tetep memegang teguh prinsip gue ‘mempersiapkan yang terburuk, mengharapkan yang terbaik’ gue pergi ke beberapa temen gue yang katanya sesepuh (namanya dukun). Dan gue mendapatkan wejangan hasil dari pertapaan gue di NAV Karaoke bersama si dukun. Menyiapkan kopi pahit, rokok 234, dan botol marjan bekas lebaran kemaren buat mengurung setan-setan yang bikin gue getol buat blog tp ga ada isinya.

Tidak! Saya Tidak Sumbing!
Jangan tanya itu siapa. Itu gue saat proses Ritual Pengusiran Setan. Kata temen gue malah lebih mirip bocah penyakitan yang harus didaftarin ke jalinan kasih. Finnaly, penderitaan gue telah berlalu. Semoga ini blog terakhir gue sampai ajal menjemput (Lebhaay!!).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar