Selasa, 29 Januari 2013

contoh macam macam kata pembuka dalam berdiskusi dan berpresentase

kali akan membagikan info macam macam kata pembuka dalam berdiskusi yang mungkian akan berguna bagi anda.

Presentasi
Ketika kita berdiri dipodium, simpan catatatan kita pada tempat yang gampang untuk dilihat. Sebelum memulai pidato, layangkan pandangan kepada audiens untuk menyapa mereka, berikan tatapan yang ramah dan menyenangkan.

Pembukaan
Audiens pasti sudah tahu judul pidato kita, karena sudah tertulis atau sudah diumumkan oleh pembawa acara. Kita bisa memulai dengan menyapa “bapak-bapak…Ibu-ibu” atau apapun sesuai dengan audiens yang kita hadapi. 

Lalu kita bisa memulai dengan mengemukakan idea tau masalah kita, dan tujuan dari pidato kita. Kaitkan dengan keadaan atau kepentingan dari aufiens kita. Apa yang bisa mereka dapatkan dari pidato kita. Apabila kita menyampaikan tentang suatu studi, sertakan metodologi yang kita pakai.
Kita bisa menggunakan cerita yang berkaitan dengan subjek pidato kita atau memberikan latar belakang untuk meentukan tujuan. 

Pertanyaan juga bisa kita ajukan untuk membuat audiens berpikir, menggunakan humor dan ilustrasi untuk memberikan pengertian lebih kepada audiens. Penting untuk kit a ingat, baik dalam presentasi lisan maupun tulisan, harus hati-hati dalam menggunakan humor, karena humor yang kita anggap lucu, bisa dianggap tidak menyenangkan bagi beberapa orang. 

Diskusi (teks)
Kertika pembukaan telah selesai, kita akan masuk ke tahap pembahasan. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu :
Ajak audiens untuk menyimak pidato kita. Kita harus jelas apabila beralih dari satu masalah / bagian ke bagian lain. Kita bisa melakukan :
a. Mengubah posisi kita
b. Menggunakan kalimat topic per bagiannya
c. Menuliskan bagian perbagian pada papan tulis, untuk kita jadikan acuan.
Menggunakan alat bantu visual untuk menjelaskan maksud kita.

Apabila menggunakan alat bantu visual, pastikan kita menghadap audiens dan tidak menghalangi mereka untuk melihat alat bantu visual kita.

Kita boleh menggunakan catatan kecil, tapi jangan terlalu bergantung padanya. Hindari untuk membaca paragraph yang terlalu panjang.

Perhatikan audiens. Apabila kita mengangkap tanda-tanda seperti batuk-batuk, berbisik, berbicara satu sama lain, kita harus segera menanggapi tanda-tanda tersebut. Tanda-tanda lain seperti ekspresi muka, anggukan, tepuk tangan, senyuman, tertawa akan membantu kita untuk menagkap reaksi audiens.

Kita harus focus pada audiens kita, jalin kontak mata dengan mereka. Hindari melakukan sikap-sikap atau bahasa tubuh yang akan mengganggu audiens.

Apabila kita merasa grogi, kita bisa melakukan hal-hal berikut :
a. Menggunakan alat bantu, objek fisik atau menulis pada papan tulis dapat mengurangi grogi.
b. Keluar dari formalitas, bersikaplah aktif, dekati audiens, ini dapat mengalihkan grogi kita.
Hindari menggunakan kata “uh” , lebih baik diam apabila kita sedang bergantio topic atau berpikir.
Kesimpulan atau konklusi
Ketika anda telah selesai mendiskusikan porsi bicara anda, anda akan sampai pada sesi utama, sebuah kesimpulan atau pemecahan masalah. Sama halnya dengan laporan tertulis, anda akan memilah kesimpulan ketika anda memiliki lebih dari satu dan umumnya tidak akan menjelaskan materi baru.
Dalam kesimpulan, anda akan mengakhiri rapat dengan sebuah cerita pendek yang menyelesaikan se,uanya. Jika konferensi anda persuasive, cobalah untuk memberikan rekomendasi apa yang harus mereka kerjakan dan berikan contoh untuk memudahkan mereka dalam aksinya.

Dalam kesimpulan, anda harus mempersiapkan komunikasi lisan dengan mempertimbangkan tujuan pembicaraan, khalayak anda, situasi, materi dan cara anda mengorganisasikan itu, serta cobalah untuk membuat sebuah gladi kotor. Dengan perlakuan yang tepat, kemampuan untuk memahami isi, dan gladi yang tepat, anda akan mendapatkan situasi menarik untuk dibincangkan.; anda juga bisa meredam atau mengeliminasi kemungkinan adanya sanggahan dengan cara:
1. Memilih topic yang tepat yang membuat anda tertarik dan yang anda tahu beberapa hal tentang itu.
2. Persiapkan dengan baik,-cai tahu tentang materi. Buat cactan kecil, dan latihlah diri anda pada lingkungan seperti anda berbicara pada tempat aslinya.
3. Ingat-ingat kata-kata pembukaan
4. Jelaskan beberapa objekyang menjadi materi dalam diskusi anda. Berbicata tentang itu, demonstrasikan, gunakan alat-alat visual.
5. Berjalanlah sesuai dengan rencana untuk membantu menghilangkan gugup, indikasi dari transisi dan menyelamatkan dari reaksi khalayak. 6. Berbuat dengan perlakuan yang tepat melalui diri anda dan audiens anda. Lupakan diri anda dan konsentrasilah pada khalayak anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar